Isu Harga Emas 2013 : Barat Beropini, Timur Tak Peduli Oleh Endy J Kurniawan

Berikut adalah artikel terbaru terkait harga emas 2013 yang disusun dari kultwit Endy J Kurniawan pengarang buku Think Dinar dan Think Gold. Semoga bermanfaat. Bagi yang belum follow, bisa follow di akun twitter beliau @endykurniawan.

Barat, diwakili oleh Roubini, mengeluarkan perkiraan bahwa harga emas akan merosot ke level USD1000/toz pada tahun 2015 atau menjadi sekitar Rp 315.000 per gram. Apakah prediksi Roubini ini valid? Pengamat boleh bicara apa saja, bahkan pengamat lain bilang harga emas akan drop sampai dengan USD800/toz.

Nouriel Roubini, bagi yang belum tahu adalah seorang Ekonom Amerika Serikat dan Profesor New York University of Business. Emas turun 17% dalam USD & turun 9% dalam Rupiah sepanjang tahun 2013 adalah fakta. Tapi menghubungkannya dengan kejadian 1979-1980 seperti yang dilakukan oleh Roubini adalah kurang tepat.

Pertama dari sejarah, harga emas drop 30% di era 1979-1980 terjadi setelah naik 1300% sejak tahun 1971 dan pemicunya adalah pasar fisik, bukan sentimen virtual. Turun pada waktu itu dikarenakan over-supply yang didorong oleh penjualan besar-besaran cadangan emas Uni Sovyet (red: Rusia saat ini). Tidak ada sentimen yang dipicu opini pemain ETF seperti yang terjadi sekarang, yang kemudian memang menekan harga emas.

Kedua ada pula isu Cyprus yang melepas cadangan emas dalam jumlah besar, yang ternyata kemudian terbukti bohong. Terlihat ada yang “menggoreng” opini? Dalam jaman informasi seperti sekarang ini, permainan opini sangat mudah dilakukan. Jadi sekali lagi, poinnya, bukan dorongan pada supply & berkurangnya demand yang memicu emas turun saat ini.

Masih ingat ucapan George Soros kan, yang sempat dua kali bilang bahwa emas bukan lagi Safe Haven. Ada polanya. Kita perlu kritis melihat harga emas. Jadi klo para ‘dewa’ seperti Roubini dan Soros juga perusahaan-perusahaan kapital besar di negara-negara Barat kompak bersuara, kita justru boleh atau bahkan patut curiga.

Tapi seperti judul artikel ini, “Barat bicara, Timur Tak Peduli”. Kita kupas fakta-faktanya. Di belahan timur negara Cina, Kazakhtstan, Turki, Azerbaijan, Rusia, bahkan Yunani (!) memborong emas secara konsisten dalam jumlah besar. Di timur, emas dan perak lebih dari sekedar komoditas untuk transaksi komoditas derivatif yang sediakan short term margin (keuntungan jangka pendek).

Lebih dari itu logam mulia di negara-negara Timur umumnya menjadi alat proteksi aset, sebagai cadangan devisa negara dan rakyatnya. Pasar emas fisik dan pasar emas derivatif punya logikanya masing-masing. Yang pertama karena nilai hakiki, yang lainnya mengejar margin transaksi. Berikut data-data kepemilikkan emas di sebagian negara-negara Timur berdasarkan data IMF :

  • Russia (Terbesar ke 7 gold holder) menambah cadangan emas sebanyak 8.4 ton menjadi 990 ton, atau menambah 3.4% setelah sebelumnya menambah 8.5% di tahun 2012.
  • Kazakhstan menambah cadangan emas sebanyak 2.6 ton menjadi 125.5 ton atau naik 8.9% tahun ini, setelah menambah 41% tahun 2012.
  • Turki menambah 18.2 ton emas menjadi 427.1 ton di bulan April saja, dan yang bank komersial di Turki sekarang menggunakan emas sebagai cadangan.
  • Terakhir, Cyprus memiliki 14 ton emas. Andai benar negara tersebut menjual emasnya kemarin, penambahan cadangan emas Turki saja sudah cukup menutupinya.

Dari fakta-fakta ini Timur juga menjadi curiga, opini yang menekan harga emas jangan-jangan taktik Barat untuk memborong besar-besaran setelah harga lebih jatuh. Kita perlu waspada. Negara-negara tadi, ditambah Cina, India, Taiwan, Thailand dan Vietnam menambah belanja emas untuk cadangan negaranya disebabkan karenadua hal :

  1. Government bonds would become more risky” – mudah guncang & ‘dimainkan’, tetapi emas tidak.
  2. “Mereduksi & melindungi hutang serta mengamankan aset riil ekonominya”.

Emas bukan hanya persoalan perhiasan dan investasi. Ini juga soal peradaban dan penguasaan ekonomi. Makanya bahasannya global. Jadi kemana harga emas 2013? Emas mungkin tak akan naik ‘spike’, tapi turun tajam seperti Roubini bilang juga tak terjadi. Apapun itu kesimpulannya tetap “Barat (boleh) terus beropini, Timur terus sibuk membeli”.

Referensi bacaan lain :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

About us

About UsCikarang Dinar adalah usaha jual beli koin emas dinar (keluaran geraidinar.com) khusus untuk distribusi wilayah Cikarang dan sekitarnya. Jaminan 100% keaslian emas + sertifikat antam, dan kami terdaftar resmi sebagai agen/sub-agen. Kami juga menyediakan Logam Mulia sertifikat antam.

Search