Sejarah Dan Kiblat Harga Emas Dunia

Kemana dan bagaimana pergerakan kiblat harga emas dunia 2013 ? Dengan turunnya harga emas secara drastis, yang ternyata terbukti permainan pemiliki emas kelas kakap dan hanya pada level kepemilikan emas secara elektronic/paper, tentu kita  menjadi penasaran, bagaimana dengan emas fisiknya ? Karena meski harga jatuh, tapi tetap sulit untuk mendapatkan emas di pasaran. Silahkan simak analisa Endi J Kurniawan terkait eejarah dan kiblat harga emas dunia.

Berbeda dengan barat, masyarakat belahan timur bumi lebih menganggap emas dan perak sebagai alat simpan dalam jangka panjang, lambang kemakmuran dan uang yang bisa dipertukarkan. Ini disebabkan hubungan historis dengan apa yang terjadi dahulu di wilayah ini, misalnya :

  • Tahun 1091 sebelum masehi Cina mulai melegalkan penggunaan emas sebagai uang. Ini berlanjut hingga sekarang, saat sistem moneter bukanlah ‘gold standards’ tapi Cina adalah penyimpan emas terbesar ke-5 dengan 1.054 ton. Masyarakatnya adalah penyimpan emas terbesar ke-2 dibawah India dengan 811 ton pada akhir 2011. Selama 2001-2007 Cina menderegulasi pasar dan saat ini memproduksi emas sangat besar, setara dengan seluruh produksi wilayah Amerika Utara dijadikan satu.
  • India memiliki tradisi menggunakan emas yang diwariskan dari agama Hindu yang kemudian mewujud dalam praktek upacara pernikahan dan adat upacara lain di negaranya. Kebiasaan ini juga menular ketika Hindu berasimilasi juga dengan agama Budha saat terekspansi memasuki wilayah Sri Lanka, Kamboja, Vietnam dan Thailand dan wilayah Asia Tenggara lainnya termasuk Indonesia dan Malaysia. Warga keturunan India dimanapun adalah konsumen fanatik emas. Saat ini, masyarakat India mengkonsumsi 933 ton emas per tahun terutama dalam bentuk perhiasan.
  • Wilayah Nusantara (Malaysia, Indonesia dan Borneo) selain berinteraksi dengan Hindu dan notabene mewariskan kebiasaan mengkonsumsi emas, bahkan menjadikan koin emas menjadi simbol negara/ kerajaan seperti di Majapahit dan Sriwijaya, juga berinteraksi dengan kekhalifahan Islam yang menyentuh Aceh hingga Maluku sehingga mengenal koin perak dan koin emas sebagai alat tukar. Pada abad 19, Belanda harus memaksa pedagang-pedagang di wilayah Maluku untuk menerima uang kertas sebagai uang legal yang mereka tetapkan.

Hingga saat ini, wilayah timur dunia ini tetap dalam kebiasaannya. Mengkonsumsi emas di harga berapapun juga dengan cara paling sederhana : membeli emas fisik dengan segala bentuknya. Tahun 2012 lalu Antam mencatatatkan kenaikan permintaan sebesar 4 ton. Ada pergeseran permintaan emas yang luar biasa dalam 10 tahun terakhir : pada 2002 Cina dan India adalah konsumen emas besar dengan ‘hanya’ menyumbang 25%. Pada 2012 dua raksasa ini menguasai permintaan emas dunia hingga 47%.

Secara geografis, wilayah Pasifik mendominasi permintaan emas retail dunia sebesar 58,1% dalam berbagai bentuk perhiasan, koin dan batangan. Indonesia sendiri menempati posisi ke-7. Yang menarik, dari 10 negara di wilayah Pasifik pengkonsumsi emas retail terbesar dunia itu, enam diantaranya mengalami penurunan konsumsi emas perhiasan dan mengalami lonjakan permintaan dalam bentuk koin dan batangan. Apakah ini berarti kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas di Asia-Pasifik semakin tinggi? Tampaknya memang seperti itu, dimana perhiasan sendiri tidak terlalu tepat dikatakan investasi, berbeda dengan koin dan batangan.

Sebagai akibatnya, terlihat sejak 2009 permintaan Asia yang terus naik telah mendorong harga emas dunia dengan grafik yang beriringan dengan permintaan emas di Asia. Banyak analis sepakat, saat ini kiblat pergerakan harga logam mulia adalah di Asia. Lebih penting mengamati apa yang terjadi di Cina, India dan Korea dibanding Amerika dan Eropa untuk memprediksi arah harga emas. Jika akan diperluas, maka Timur Tengah dan wilayah teluk bisa juga menjadi acuan kedua, dimana setelah Arab Spring negara-negara disana (Tunisia, Mesir, Iran) mulai menambah cadangan devisa emasnya melalui suplai dari Turki.

Yang terjadi di masyarakat barat adalah pragmatisme, mereka “keluar-masuk” tergantung trend. Mereka memandang logam mulia investasi semata dimana harus menghasilkan return optimal dari trend dan pergerakannya. Berbeda dengan di wilayah timur seperti yang diuraikan di bagian awal tadi. Lihat trend di US permintaan terus turun sebesar 17% baik dalam bentuk fisik emas perhiasan, emas batangan dan koin sepanjang 2010-2011. Meski ini tak terjadi di cadangan emas The Fed yang tetap bertahan di angka 8.133 ton pada Februari 2012.

Pada kuartal I tahun 2013 ini, bank-bank syariah banyak meluncurkan program kepemilikan emas dengan akad murabahah (program cicilan kepemilikan emas) yang dulu sempat lahir kemudian mati suri. Ini akan melejitkan permintaan emas retail di Indonesia. Jika satu Bank Syariah menetapkan target pembiayaan murabahan emas sebesar 500 Milyar (sekitar 1 ton emas) pada tahun ini, maka akan ada tambahan permintaan sekitar 5 ton emas dari 5 penyedia jasa ini. Itu baru dari bank syariah, belum dari pembelian melalui program serupa di Pegadaian dan pembelian langsung masyarakat ke toko, agen dan outlet emas.

Meski perbankan mungkin bukan ada di pihak yang harus mendukung meluasnya penguasaan emas oleh individual, tapi mereka dan penentu kebijakan tak bisa menghentikan minat emas masyarakat Indonesia yang makin ‘rakus’. Sebagaimana India dan kebanyakan negara Asia pada masyarakatnya. Seperti Cina pada bank sentralnya.

Sumber : endijkurniawan.com

0 responses to “Sejarah Dan Kiblat Harga Emas Dunia”

  1. […] (1) endijkurniawan.com  (2) http://cikarangdinar.com/2013/04/sejarah-dan-kiblat-harga-emas-dunia/ var hupso_services_t=new Array("Twitter","Facebook","Google […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

About us

About UsCikarang Dinar adalah usaha jual beli koin emas dinar (keluaran geraidinar.com) khusus untuk distribusi wilayah Cikarang dan sekitarnya. Jaminan 100% keaslian emas + sertifikat antam, dan kami terdaftar resmi sebagai agen/sub-agen. Kami juga menyediakan Logam Mulia sertifikat antam.

Search